Ketika bicara tentang serangan internet. Mungkin kamu langsung teringat dengan serangan hacker atau kejahatan siber. Hal ini tidak salah, tetapi jaringan internet rumah cukup jarang di serang oleh hacker karena pihak provider sudah berupaya untuk mengamankan koneksi jaringannya.
Meskipun begitu, bukan berarti internet rumah sudah pasti aman. Sebab, mungkin saja serangan ini tetap datang maupun adanya pihak lain yang berupaya untuk masuk ke jaringan internet rumah.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
1. Gunakan Password yang Kuat:
Tidak sedikit orang menggunakan password yang sederhana dengan alasan takut lupa. Bahkan, banyak yang menggunakan password standar karena merasa bahwa password itu aman karena pasti banyak orang yang tidak menyangka kamu menggunakannya. Padahal, kombinasi password seperti ini sangatlah berbahaya.
Jadi, gunakan password dengan kombinasi rumit untuk mengamankan jaringan Anda.
2. Aktifkan Enkripsi Wifi:
Berikutnya, yaitu dengan cara mengaktifkan enkripsi sinyal nirkabel. Enkripsi berfungsi untuk mengenkripsi atau mengamankan data agar tidak mudah dibaca oleh pihak yang tidak berkepentingan. Jenis enkripsi wifi paling aman saat ini adalah WPA2.
Apabila Anda mengaktifkan WPA2, maka semua lalu lintas data akan terenkripsi dalam format kode yang sulit untuk diuraikan. Hacker akan kesulitan memperoleh akses ke data internet pribadi Anda atau melancarkan serangan wifi seperti dos-of-service. Selain itu, WPA2 juga membantu mengamankan transaksi keuangan Anda di internet banking atau belanja secara online.
3. Matikan Fitur WPS:
Wi-Fi Protected Setup atau disingkat WPS merupakan fitur praktis yang memungkinkan perangkat baru dengan mudah terhubung ke jaringan wifi rumah tanpa harus mengetik password secara manual. Namun, fitur WPS ini juga memiliki celah keamanan yang berbahaya. Celah keamanan WPS dikenal dengan istilah attack PIN atau brute force. Hacker dapat memanfaatkan celah ini dengan menebak kode PIN WPS secara berulang hingga benar.
Setelah itu, mereka akan dengan mudah mendapatkan akses penuh ke jaringan wifi korban. Padahal, fungsi WPS sebenarnya tidak begitu dibutuhkan setelah perangkat terhubung untuk pertama kali. Karena potensi ancaman yang timbul, lebih baik menonaktifkan fitur WPS router.
4. Ganti Nama SSID Wifi:
SSID (Service Set Identifier) merupakan nama jaringan wifi yang terlihat di perangkat saat mencari jaringan. Nama SSID default justru memberikan petunjuk bagi hacker untuk mencoba mengakses jaringan tersebut. Padahal, nama itu seharusnya dirahasiakan demi keamanan. Maka dari itu, sangat penting untuk mengganti nama SSID dengan yang lebih unik.
Selain itu pastikan tidak memberitahukan nama SSID baru tersebut kepada orang yang tidak dikenal. Hanya berikan informasinya kepada anggota keluarga dan tamu terdekat yang dipercaya. Dengan begitu, keamanan wifi akan semakin terjaga tanpa adanya upaya mencurigakan untuk mengaksesnya.
5. Batasi Akses ke Jaringan Wifi:
Cara yang terakhir adalah dengan membatasi perangkat mana saja yang boleh terhubung. Password wifi sebaiknya tidak diberikan ke sembarangan orang, hanya tertentu saja. Hindari membagi password kepada orang asing yang belum pasti niat tingkah lakunya.
Selain itu, router modern kini menyediakan fitur MAC address filtering. Fitur ini memungkinkan kita untuk memblokir perangkat berbasis alamat MAC (Media Access Control) yang belum pernah terhubung sebelumnya. Alamat MAC merupakan identitas unik setiap perangkat jaringan.
Itulah berbagai cara untuk mengamankan jaringan internet wifi rumah.
Semoga bermanfaat dan jaringan internet selalu lancar dan aman ya.
